Perbedaan Hindu dan Agama Buddha
DIHAPUS'' maaf sekaliiiii
-
14-01-09, 19:33 #1
-
14-01-09, 20:57 #2
ya jelas lah..
politeisme kemanunggalan dgn nontheisme..
dewa disembah dalam agama Hindu, sedangkan dalam agama Buddha ga..
-
14-01-09, 23:05 #3
Dewa tidak disembah secara membabi buta tetapi dihormati dan dipuja karena mereka telah menanam karma baik yang cukup shg terlahir di alam Dewa, ingat lah itu kk2..
Dalam Theravada kan di Etavatta aja ada disebutkan Deva Naga Mahidika..
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.
"May All Beings Are Happy" SVAHA!
-
15-01-09, 09:07 #4
sebenarnya politheisme itu adalah bentuk pengakuan terhadap tuhan agama lain. kalau mau diteliti sebenarnya agama Hindu itu adalah agama gabungan dari beberapa agama. Nabi dalam agama hindu bukannya satu orang, tetapi beberapa orang. yang membawa berbagai macam ajaran yang berbeda-beda pula.
istilah agama Hindu itu sebenarnya sudah salah kaprah. karena Hindu adalah istilah yang dipakai oleh orang Inggris untuk menyebut "filsafat, agama, tradisi India". di India sendiri terdapat puluhan agama yang secara sembarangan saja disebut sebagai "Hindu" oleh orang Inggris. Satu hal yang menarik dari "Hindu" adalah bagaimana agama-agama di India itu saling mengakui adanya kebenaran dalam agama lain, mengakui Tuhan dalam agama lain, dan toleransi antar beragama yang sangat baik.
Karena "Hindu" adalah gabungan dari bermacam-macam agama di India, maka didalamnya tentu saja terdapat bermacam-macam Tuhan, dan karena itulah saya menyebut "Hindu" sebagai Polytheisme.
untuk agama Buddha aliran Mahayana dan Tantrayana, terdapat beberapa nabi lain setelah Sang Buddha (mis: Santideva, Nagarjuna, Padmasambhava, dll) , yang tentunya membawa corak ajaran tersendiri, membawa bentuk-bentuk "Tuhan"(=Dewa) ke dalam ajarannya.
Toleransi beragama masyarakat India jaman dahulu sangatlah indah. Mereka mau mengakui adanya kebenaran dalam agama lain, mereka mau mengakui Tuhan dalam agama lain.Last edited by usnisha; 15-01-09 at 09:56.
May I be a protector for those who are without protectors, a guide for travelers, and a boat, a bridge, and a ship for those who wish to cross over!
May I be a lamp for those who seek light, a bed for those who seek rest, and may I be a servant for all beings who desire a servant. (Shantideva)
resep masakan vegetarian
Online Dharma
jangan di klik
-
15-01-09, 09:13 #5
Nabi dalam agama Buddha adalah Buddha Sakyamuni..
Mengenai Nagarjuna, Shantideva, Padmasambhava, dll mereka adalah para Guru yang bisa disebut sebagaii sesepuh dalam berkembangnya ajaran Buddha..
Tuhan dalam agama Buddha bukan sebagai sosok melainkan sebagai tujuan..
B.Uttamo mengatakan konsep ketuhanan dalam agama Buddha adalah Nibbana..
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.
"May All Beings Are Happy" SVAHA!
-
15-01-09, 11:34 #6
guru-guru agama Buddha sekelas Nagarjuna, Shantideva, Padmasambhava, dll, boleh dikatakan sebagai "Nabi", karena memang membawa penafsiran baru dalam ajaran Buddha dan kualitasnya yang jauh melebihi guru-guru biasa.
May I be a protector for those who are without protectors, a guide for travelers, and a boat, a bridge, and a ship for those who wish to cross over!
May I be a lamp for those who seek light, a bed for those who seek rest, and may I be a servant for all beings who desire a servant. (Shantideva)
resep masakan vegetarian
Online Dharma
jangan di klik
-
15-01-09, 11:55 #7
ya, kalau dikatakan membawa perkembangan baru, bisa diterima.. Tetapi bukan membawa ajaran baru..
Karena inti ajaran nya tetap sama yaitu:
Perbanyak Kebaikan
Hentikan perbuatan jahat
Sucikan hati dan pikiran
Hanya cara2 nya saja yg terkadang ada sedikit berbeda..
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.
"May All Beings Are Happy" SVAHA!
-
15-01-09, 17:47 #8
Tidak baru lagi
- Join Date
- Sep 2008
- Posts
- 39
- Thanks
- 0
- Thanked 0 Times in 0 Posts
- Downloads
- 0
- Uploads
- 0
Persamaan :
Keduanya berasal dari India
, sama-sama mengenal hukum karma, hukum kelahiran kembali, dan meditasi. Mungkin juga ada persamaan yang lain.
Perbedaan :
Kalau dalam ajaran Hindu terdapat banyak sekali dewa yang disembah.
Sedangkan dalam ajaran Buddha tidak ada yang disembah.
Oh, ya dalam ajaran Hindu konsep Ketuhannya adalah personal. Kalau tidak salah ajaran Hindu menggambarkan Tuhan dalam 3 aspek, yaitu pencipta (Brahma), Wisnu(Pemelihara/Pelindung), dan Siwa (Perusak)
Sedangkan dalam ajaran Buddha konsep Ketuhanan adalah impersonal (bukan suatu pribadi). yah, mungkin lebih cocok dibilang sebagai energi
Itu saja yang aku tahu. Oh, ya ajaran Buddha ditemukan oleh Siddharta Gautama, kalau ajaran Hindu ditemukan oleh siapa ya?? Apa ada seorang guru seperti Sidharta Gautama???
____________________________
In this life, you have to be happy
http://myblogbehappy.blogspot.com/Last edited by Wendi Johanes; 15-01-09 at 17:51.
-
15-01-09, 22:04 #9
Gimana kalau dikatakan Buddha adalah Protestannya Hindu??
Apakah ini tepat???
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.
"May All Beings Are Happy" SVAHA!
-
16-01-09, 14:09 #10
1 yg Pasti
Apabila kita mempelajarai Buddha-Dharma, apabila maksimal dapat mencapai Samyak-Sambuddha
beda dgn Hindu, yg hanya dpt mencapai Shakradeva (Setingkat Indra/Yu Huang Da Di/Giok Tee)Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Om Mani Padme Hung
-
16-01-09, 15:22 #11
-
16-01-09, 19:42 #12
klo hindu budha disebut kakak-adik, gmn kk???
-
16-01-09, 20:46 #13
@Hendra07
Maksudnya? dan apa dasar kak Hendra bilang gitu?
Aku jadi gak ngerti
-
16-01-09, 22:12 #14
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.
"May All Beings Are Happy" SVAHA!
-
16-01-09, 22:14 #15
mungkin kk adik karena dianggap nya agama Hindu Dan Buddha hampir sejalan kk. Karena berasal dari tempat yang sama, dan mungkin orang awam pikir inti ajarannya hamir sama..
Tapi terus terang mengenai inti ajarannya Hindu saya belum pernah baca..
Adakah yang bisa mem post disini atau memberikan kutipan2 mengenai intinya?
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.
"May All Beings Are Happy" SVAHA!
-
16-01-09, 22:50 #16
Shakradeva adalah Raja dari Para Dewa
Shakradeva/Dewa Sakra yang saat ini berkuasa adalah Raja Indra
(Chinese: Jade Emperpor/Yu Huang Dai Di/Giok Tee)
@ Bro Rumesa
Kebanyakan Sadhaka Hindu hanya dpt mencapai tingkat Shakradeva
entah mengapaSabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Om Mani Padme Hung
-
17-01-09, 05:34 #17
@Satya
darimana kakak tahu?
Coba sebutin, contoh-contoh orang-orang itu, kak. . . .
-
17-01-09, 17:23 #18
-
17-01-09, 19:56 #19
Menurut pendapat saya,Perbedaan INTI dari kedua agama tsb.diatas terletak pada :
1. Konsep Ketuhanan
2. Konsep Atma/Atta
3. Sumber kitab suci
4. Kelahiran kembali
1. KONSEP KETUHANAN :
- Seringkali Agama Hindu dianggap memuja banyak Dewa (Politeisme), namun sebenarnya tidaklah sepenuhnya demikian, karena dalam agama Hindu, Dewa bukanlah Tuhan. Tuhan dalam agama Hindu adalah Yang Maha Esa tiada duanya.( Monoteistik)
Dalam salah satu ajaran : Adwaita Wedanta, menegaskan bahwa hanya ada satu kekuatan yang menjadi sumber dari segala yang ada, yang memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam beragam bentuk. Adwaita Wedanta menganggap bahwa Tuhan merupakan pusat segala kehidupan di alam semesta, dan dalam agama Hindu, Tuhan dikenal dengan sebutan Brahman.
Dalam keyakinan umat Hindu Brahman merupakan sesuatu yang tidak berawal namun juga tidak berakhir. Brahman merupakan pencipta sekaligus pelebur alam semesta. Brahman berada di mana-mana dan mengisi seluruh alam semesta. Brahman merupakan asal mula dari segala sesuatu yang ada di dunia. Segala sesuatu yang ada di alam semesta tunduk kepada Brahman tanpa kecuali. Dalam konsep tersebut, posisi para Dewa disetarakan dengan Malaikat dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri, melainkan dipuji atas jasa-jasanya sebagai perantara Tuhan kepada umatnya.
Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:
1. Widhi Tattwa – percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
2. Atma Tattwa – percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
3. Karmaphala Tattwa – percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
4. Punarbhawa tattwa – percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
5. Moksa Tattwa – percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia
2. ATMAN :
Atman atau Atma dalam Hindu merupakan percikan kecil dari Brahman yang berada di dalam setiap makhluk hidup. Atman di dalam badan manusia disebut: Jiwatman atau Jiwa atau Roh yaitu yang menghidupkan manusia. Demikianlah atman itu menghidupkan sarwa prani (makhluk di alam semesta ini). Indria tak dapat bekerja bila tak ada atman. Misalnya telinga tak dapat mendengar bila tak ada atman, mata tak dapat melihat bila tak ada atman, kulit tak dapat merasakan bila tak ada atman. Atman itu berasal dari Brahman, bagaikan matahari dengan sinarnya. Brahman sebagai matahari dan atma-atma sebagai sinar-Nya yang terpencar memasuki dalam hidup semua makhluk.
Atma tidak dapat menjadi subyek atau obyek dan tindakan atau pekerjaan. Atma tidak terpengaruh akan perubahan-perubahan yang dijalani maupun dialami pikiran, hidup dan jasad atau badan jasmani. Badan jasmani bisa berubah, lahir, mati, datang dan pergi, namun Atma tetap langgeng untuk selamanya.
3. KITAB SUCI :
Secara umum, pustaka suci Hindu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kitab Sruti dan kelompok kitab Smerti.
• Sruti berarti "yang didengar" atau Wahyu. Yang tergolong kitab Sruti adalah kitab-kitab yang ditulis berdasarkan wahyu Tuhan, seperti misalnya Weda, Upanishad, dan Bhagawadgita. Dalam perkembangannya, Weda dan Upanishad terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, seperti misalnya Regweda dan Isopanishad. Kitab Weda berjumlah empat bagian sedangkan kitab Upanishad berjumlah sekitar 108 buah.
• Smerti berarti "yang diingat" atau Tradisi. Yang tergolong kitab Smerti adalah kitab-kitab yang tidak memuat wahyu Tuhan, melainkan kitab yang ditulis berdasarkan pemikiran dan renungan manusia, seperti misalnya kitab tentang ilmu Astronomi, ekonomi, politik, kepemimpinan, tata negara, hukum, sosiologi, dan sebagainya. Kitab-kitab smerti merupakan penjabaran moral yang terdapat dalam kitab Sruti.
4. PUNARBHAWA
Reinkarnasi adalah identik dengan menitis/titisan, dimana Jiwa/roh seseorang yang telah mati /meninggalkan raganya berpindah dari satu tubuh ke tubuh yang lainnya.Punarbhawa merupakan keyakinan bahwa manusia mengalami Reinkarnasi. Dalam ajaran Punarbhawa, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Apabila manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya (baik atau buruk) yang belum sempat dinikmati. Proses reinkarnasi diakhiri apabila seseorang mencapai kesadaran tertinggi (moksha).
AGAMA SIWA-BUDDHA :
Agama Siwa-Buddha merupakan campuran (sinkretisme) agama Hindu dan Buddha.
Di jaman Majapahit agama Siwa dan Buddha berpadu menjadi satu. Hal-hal persatuan ini bisa dilihat dalam beberapa karya sastra:
• Kakawin Sutasoma
• Kakawin Arjuna Wijaya
Pada jaman sekarang, di pulau Bali dan Lombok, agama Siwa dan Buddha dianggap dua mazhab berbeda dari satu agama yang sama. Di Bali ada sebuah desa yang bernama Budakeling di Karangasem, di sini seluruh penduduknya menganut mazhab ini. Ajaran Siwa-Buddha di desa ini diwarisi oleh Dang Hyang Astapaka dari Keling (Kalingga), yang kemudian dilanjutkan oleh Mpu Tantular. Jejak-jejak warisan kedua pendeta ini masih bisa ditelusuri di Geria Budakeling.
Last edited by tanhadi; 17-01-09 at 20:01.
Salam Metta,
Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia
Jika berkenan, silahkan teman-teman berkunjung ke Blog saya :
-------------------------------------------------------------------
http://tanhadi.blogspot.com/
-
17-01-09, 20:52 #20
@tanhadi
terima kasih kk sudah di share disini..
lalu kalau mengenai Moksha dan Nibbana, bukankah itu sama??
padamnya semua penyebab tumimbal lahir..
~Sebagian orang hanya bisa menunjuk kepada orang lain, tidak pernah menunjuk kepada dirinya sendiri~
Lebih baik seorang Buddhis tradisi yang banyak menjalankan kebaikan, daripada seorang Buddhis "fanatik" yang hanya berdebat teori tanpa praktek nyata.
"May All Beings Are Happy" SVAHA!
Similar Threads
-
(Pindahan) Sebenarnya saya sudah mualaf
By sunwu in forum CurhatReplies: 98Last Post: 10-06-12, 00:15 -
Sejarah Agama Buddha di Indonesia
By MettaKaruna in forum Topik UmumReplies: 9Last Post: 18-10-10, 13:40 -
Agama Konghuchu diakui kembali sebagai “agama resmi” Indonesia ?
By usnisha in forum Topik UmumReplies: 4Last Post: 10-09-10, 08:05 -
sejarah agama buddha di indonesia
By bluez_icezz in forum BuddhayanaReplies: 8Last Post: 02-07-10, 14:40 -
Sejarah Perkembangan Agama Buddha
By Dhammapala in forum BuddhayanaReplies: 2Last Post: 19-04-10, 08:15



LinkBack URL
About LinkBacks
Reply With Quote





Bookmarks